Ekosistem mangrove di wilayah pesisir Indonesia memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta menopang mata pencaharian masyarakat. Menyadari hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Perikanan dan Kelautan (Himapik) turut aktif melakukan kegiatan konservasi, salah satunya di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur. Kawasan ini mengalami degradasi lingkungan akibat perubahan tata guna lahan dalam dua dekade terakhir, yang menyebabkan abrasi, intrusi air laut, dan hilangnya habitat pesisir.
Sebagai bentuk upaya pemulihan, Himapik melalui program Fisheries and Marine Conservation (FIC) melaksanakan kegiatan rehabilitasi mangrove dengan melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan. Penanaman difokuskan pada jenis Rhizophora sp. menggunakan metode tanam langsung yang disusun mengikuti garis pantai untuk meningkatkan tingkat keberhasilan tumbuh. Angkatan 2025 juga berkontribusi dengan menanam tambahan pohon sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
Kegiatan penanaman mangrove ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 13, SDG 14, dan SDG 11. Mangrove berperan sebagai penyerap karbon yang efektif, pelindung garis pantai, serta habitat penting bagi berbagai organisme laut, sehingga turut menopang keberlanjutan ekosistem perikanan. Pemulihan mangrove di Desa Purworejo diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan memperkuat ketahanan pesisir terhadap perubahan iklim.
Untuk memastikan keberlanjutan program, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemantauan dan evaluasi berkala guna mengamati tingkat keberhasilan bibit, pertumbuhan tanaman, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan. Data dari proses pemantauan akan menjadi acuan dalam pengembangan program rehabilitasi mangrove di masa mendatang, termasuk peningkatan teknik penanaman dan strategi pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan adaptasi, upaya ini diharapkan membawa manfaat berkelanjutan bagi ekosistem dan masyarakat pesisir.
